Sabtu, 15 April 2017

SEJARAH DAN PROFIL GUDEP PONDOK PESANTREN SULTAN HASANUDDIN

Pramuka Sul-Has berdiri kurang lebih setahun setelah pesantren Sultan Hasanuddin didirikan yaitu pada tahun 1991 dengan para Pembina yang mayoritas berasal dari pondok pesantren modern Gontor dengan kak mabigus pertama yaitu ustad Bahtiar Syamsuddin, kemudian berganti pada tahun 1966, digantikan oleh Ustad Firmanullah A.M, S.Ag. Pramuka pada saat itu telah menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri-santriwati pesantren Sultan Hasanuddin yang dilaksanakan setiap kamis sore mulai pukul 15. 00-17.15 dan hal tersebut terus berlanjut hingga sekarang. Mulai berdirinya hingga sekarang sudah mengalami 3 kali pergantian nomor gudep… Seiring dengan bergulirnya waktu, pramuka Sul-Has pun akhirnya sering mengikuti lomba-lomba kepramukaan, hingga pada tahun 1996  untuk pertama kalinya pramuka Sul-Has mewakili kab. Gowa menuju LT IV dibawah pembinaan ustadz Ramli.
Logo Pramuka Sulhas
Pada tahun 1999 bergabunglah Pembina pramuka Sul-Has yang dikenal sebagai pembaharu pramuka Sul-Has karena berhasil membawa pramuka Sul-Has kepuncak kejayaannya dan akhirnya menyematkan nama WALKER sebagai julukan pramuka Sul-Has, beliau adalah Dwi Yantono Hadi. Di tahun pertama beliau mengabdi, Walker bukan hanya hebat dalam mengikuti kegiatan, namun untuk pertama kalinya Walker sukses menjadi panitia penyelenggara kegiatan lomba pramuka yang diberi nama “Lomba Kemah Silaturrahmi Pramuka Penggalang (LKSPG)” pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun-tahun selanjutnya beliau yang dikenal dengan sosok kepemimpinan yang sangat tegas berhasil membawa Walker mewakili Kab. Gowa pada LT IV mulai tahun 2001 sampai 2011. Tidak hanya sampai disitu, berkat beliau pulalah Walker bisa menginjakkan kaki di Cibubur dalam rangka kegiatan Jambore ASEAN tahun 2008.   
Walker pada tahun 2010 sampai dengan 2014 mengalami masa kemunduran prestasi. Itu bisa dilihat dari terlepasnya mahkota LT III yang telah dijaga selama 15 tahun serta kurangnya kegiatan kepramukaan yang diikuti pada 5 tahun tersebut. Memasuki tahun 2015 Walker mulai membenahi diri dan menyiapkan ayam jantan muda yang suatu saat nanti siap membawa dan mengembalikan singgasana kejayaan Sultan Hasanuddin.
Sampai sekarang, Pasukan Walker akan selalu berpegang teguh kepada nilai-nilai kepramukaan yang terkandung di dalam Tri Satya dan Dasa Dharma pramuka, serta selalu mengedepankan watak dan kepribadian pondok pesantren Sultan Hasanuddin yang terhimpun dalam ikrar santri-santriwati pesantren Sultan Hasanuddin dan Panca Jiwa Pondok.
Profil Gugus Depan
Pramuka Sul-Has berdiri kurang lebih setahun setelah pesantren Sultan Hasanuddin didirikan yaitu pada tahun 1991 dengan para Pembina yang mayoritas berasal dari pondok pesantren modern Gontor. Dengan ka mabigus pertama yakni ustad Bahtiar syam, kemudian berganti pada tahun 1996 Digantikan oleh ustad firmanulla, A.M, S.Ag. Pramuka pada saat mulai berdirinya  telah menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri-santriwati pesantren Sultan Hasanuddin dan hal tersebut terus berlanjut hingga sekarang yang dilaksanakan setiap kamis sore mulai pukul 16.00 sampai pukul 17.15. mulai berdirinya sampai sekarang sudah 3 kali mengalami pergantian nomor gugus depan. Mulai dari 945 untuk pa dan 946 pi kemudian 403 untuk pa n 404 untuk putri, sekarang 113 untuk pa 114 untuk pi. Seiring dengan bergulirnya waktu, pramuka Sul-Has pun akhirnya sering mengikuti lomba-lomba kepramukaan, hingga pada tahun 1996  untuk pertama kalinya pramuka Sul-Has mewakili kab. Gowa menuju LT IV dibawah pembinaan ustadz Ramli.
Pada tahun 1999 bergabunglah Pembina pramuka Sul-Has yang dikenal sebagai pembaharu pramuka Sul-Has karena berhasil membawa pramuka Sul-Has kepuncak kejayaannya dan akhirnya menyematkan nama WALKER sebagai julukan pramuka Sul-Has, beliau adalah Dwi Yantono Hadi. Di tahun pertama beliau mengabdi, Walker bukan hanya hebat dalam mengikuti kegiatan, namun untuk pertama kalinya Walker sukses menjadi panitia penyelenggara kegiatan lomba pramuka yang diberi nama “Lomba Kemah Silaturrahmi Pramuka Penggalang (LKSPG)” pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun-tahun selanjutnya beliau yang dikenal dengan sosok kepemimpinan yang sangat tegas berhasil membawa Walker mewakili Kab. Gowa pada LT IV mulai tahun 2001 sampai 2011. Tidak hanya sampai disitu, berkat beliau pulalah Walker bisa menginjakkan kaki di Cibubur dalam rangka kegiatan Jambore ASEAN tahun 2008.   
Walker pada tahun 2010 sampai dengan 2014 mengalami masa kemunduran prestasi. Itu bisa dilihat dari terlepasnya mahkota LT III yang telah dijaga selama 15 tahun serta kurangnya kegiatan kepramukaan yang diikuti pada 5 tahun tersebut. Memasuki tahun 2015 Walker mulai membenahi diri dan menyiapkan ayam jantan muda yang suatu saat nanti siap membawa dan mengembalikan singgasana kejayaan Sultan Hasanuddin.
Sampai sekarang, Pasukan Walker akan selalu berpegang teguh kepada nilai-nilai kepramukaan yang terkandung di dalam Tri Satya dan Dasa Dharma pramuka, serta selalu mengedepankan watak dan kepribadian pondok pesantren Sultan Hasanuddin yang terhimpun dalam ikrar santri-santriwati pesantren Sultan Hasanuddin dan Panca Jiwa Pondok.
Salam Pramuka !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar